Sempoa adalah mesin penghitung kuno. Alat sederhana ini diperkirakan berasal dari Babylon sekitar 5.000 tahun yang lalu. Saat ini, sempoa masih sering digunakan di Jepang, China, Timur Tengah, dan Rusia. Di Cina, sempoa disebut suan pan, yang berarti "Nampan penghitung." Di Jepang, itu disebut soroban. Anak-anak
sekolah Jepang masih diajarkan bagaimana cara menggunakan soroban, dan
kompetisi diadakan setiap tahun untuk menemukan penghitung yang paling
terampil.

Sejarawan berpikir bahwa sempoa pertama terdiri dari nampan dangkal yang penuh dengan pasir halus atau debu. Angka ditulis dan dihapus dengan mudah dengan satu jari. Kata sempoa, sebenarnya, mungkin berasal dari kata Semit untuk "debu," abq.
Sebuah sempoa modern terbuat dari kayu atau plastik. Terdiri dari bingkai segi empat seukuran tutup kotak sepatu. Dalam bingkai setidaknya ada sembilan batang vertikal yang digantung dengan manik-manik yang bisa dipindah-pindahkan. Sebuah palang horizontal tegak lurus terhadap batang memisahkan sempoa menjadi dua bagian yang tidak sama. Manik-manik di atas palang dikenal sebagai manik-manik surga, dan yang di bawah palang disebut manik-manik bumi.
Nilai numerik masing-masing manik bergantung pada lokasinya di sempoa. Setiap manik-manik surga memiliki nilai lima kali dari manik-manik bumi di bawahnya. Setiap batang mewakili kolom angka tertulis. Manik-manik pada batang vertikal yang terjauh ke kanan memiliki nilai mereka dikalikan dengan satu. Pada batang ini, masing-masing manik bumi adalah satu dan masing-masing surga adalah lima. Manik-manik
pada batang kedua dari kanan, memiliki nilainya dikalikan
dengan 10. Pada batang ini, masing-masing manik bumi mewakili 10 dan
masing-masing manik-manik surga berukuran 50. Manik-manik pada batang ketiga dari
kanan memiliki nilainya dikalikan 100, sehingga setiap manik bumi mewakili 100 dan masing-masing manik surga berpendirian 500, dan seterusnya.
Untuk beroperasi, sempoa ditempatkan rata dan semua manik didorong ke arah tepi luar, jauh dari batang pemisah. Manik-manik kemudian meluncur ke atas atau ke bawah untuk mewakili sebuah angka. Nomor
7, misalnya, diwakili dengan memindahkan satu manik surga (bernilai 5)
ke bawah ke arah palang dan dua manik bumi (masing-masing satu) ke atas
ke arah palang. Angka 24 diwakili dengan
memindahkan dua manik-manik bumi pada batang kedua (masing-masing
bernilai 10) dan empat manik-manik di batang pertama (masing-masing 1)
ke atas. Penambahan, pengurangan, dan bahkan perkalian perkalian dan pembagian yang panjang dapat diatasi dengan sempoa. Pengguna tingkat lanjut bahkan dapat menemukan akar kuadrat dari jumlah apapun.
Labels: Manusia